Aturan di Dalam Bulutangkis Yang Harus Kamu Tahu

Bulutangkis adalah salah satu di antara cabang olahraga yang menjadi andalan orang Indonesia. Karena, olahraga ini terbilang sebagai ladang mendapatkan medali yang ada di kancah internasional.

Sedangkan di Indonesia, olahraga ini mulai dikenal di tahun 1930 an. Badminton atau bulutangkis juga merupakan permainan yang butuh raket serta shuttlecock. Olahraga ini dapat dimainkan secara ganda maupun tunggal.

Permainan ini juga sangat mirip dengan olahraga tenis. Tetapi, olahraga ini tak memakai lapangan yang sebesar lapangan tenis serta lapangannya biasanya non rumput.

Raket serta bola yang dipakai juga berbeda. Walaupun gerakan tenis serta bulu tangkis hampir sama yaitu menangkis serta memukul bola ke arah permainan lawan untuk mendapatkan poin kemenangan.

Tetapi, para pemain bulutangkis ini hanya bermain dengan cara menangkis dan memukul saja, karena ada pula aturan – aturan yang berlaku di dalamnya agar permainan lebih fair.

Peraturan ini ditetapkan oleh induk organisasi bulutangkis Internasional atau yang biasa disebut dengan BWF. Ada beberapa macam penilaian dalam olahraga bulu tangkis, yaitu:

Dalam olahraga bulutangkis dengan nomor ganda atau tunggal ada 21 angka. Kalau kedua pihak mendapatkan angka yang sama seperti 20 – 20, maka selisih poin harus 2 menjadi 22 – 20.

Jika kalian mencapai angka 21 duluan daripada lawan pun kalian tak akan menang karena kalian harus berbeda minimal 2 angka dari lawan.

Angka maksimal dalam setiap game adalah 30. Karena itulah, jika terjadi poin 29 – 29, pemenangnya adalah mereka yang mendapatkan angka 30 duluan.

Permainan yang ada di dalam olahraga bulutangkis, nomor tunggal ataupun ganda terdiri ayas 3 set. Jika tim kalian menang 2 set langsung, maka tak akan ada tambahan untuk set ketiga.

Namun jika tim kalian menang di set pertama dan kalah di set kedua, akan ada penambahan 1 set lagi yang disebut rubber game. Set ketiga adalah penentuan dimana yang menang di set ini akan menjadi pemenangnya.

Pemain nantinya akan melakukan servis dari maupun menerima servis dari bidang servis kanan. Namun, jika nilai pelaku servis adalah 0 atau angka genap seperti 2, 4, 6, dan seterusnya.

Servis juga dilakukan dan diterima lewat bidang servis kiri kalau pelaku servis adalah angka ganjil seperti 1, 3, 5, dan selanjutnya.

Kedua pemain yang bermain akan mengubah bidang servis setiap pemain itu berdiri tiap kali sebuah poin dihasilkan di tiap pertandingan.

Sebelum pertandingan mulai, maka akan ditetapkan pihak mana yang akan melakukan servis pertama kali. Pemain pada bidang servis kanan yang nantinya akan memulai pukulan servis pertama kali ke arah lawan yang berdiri diagonal di hadapannya.

Pukulan servis pertama ini dilakukan selalu dari bidang servis di bagian kanan. Hanya pemain yang berdiri diagonal pada hadapan pemain servis lah yang bisa menerima bola atau shuttlecock.

Kalau shuttlecock servis berhasil disentuh atau dipukul oleh pemain pasangannya atau yang tak berhadapan dengan si pemain yang melakukan servis, maka pihak servis akan mendapatkan angka.

Ada beberapa kesalahan yang biasanya dilakukan oleh para pemain yang melakukan servis. Kesalahan yang dilakukan pemain yang ada di sisi dalam lapangan atau pemain yang melakukan servis akan membuat servis yang dilakukan gagal dan poin lawan akan bertambah.

Sedangkan jika dilakukan oleh pemain pada sisi luar atau sisi lapangan yang menerima servis, maka poin akan didapatkan untuk yang melakukan servis.

Saat pemain melakukan servis, posisi shuttlecock di saat disentuh raket harus ada pada atas ketinggian pinggang dari pemain yang melakukan servis atau satu diantara bagia kepala raket yang posisinya berada lebih tinggi dari satu diantara bagian tangan pelaku servis yang sedang memegang raket saat shuttlecock disentuh raket.

Jika hal itu betul terjadi maka service judge akan berteriak foul dan pemain lawanlah yang akan memperoleh poin.

Itulah beberapa aturan dalam permainan bulutangkis. Semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat terutama bagi kalian yang suka bermain bulutangkis.