Pernah nggak lo liat makanan di TikTok, terus otak lo bilang “INI HARAM”? Tapi jari lo tetep nge-share ke bestie.
Gue juga.
Nah, akhir-akhir ini ada satu makanan yang bikin linimasa TikTok gue banjir. Namanya Es Rujak Cokelat.
Iya. Rujak. Yang biasanya pake bumbu kacang pedas manis. Dicampur cokelat. Yang manis legit. Terus dijadiin es.
Kedengerannya kayak eksperimen dapur yang gagal, kan? Tapi justru itulah kenapa viral.
Dari yang awalnya “astaga” jadi “cobain dulu deh”. Dan sekarang? Banyak yang bilang nagih. Termasuk gue (malu-maluin tapi jujur).
Rujak Selingkuh dan Tren Makanan ‘Selingkuh’
Sebenernya, konsep “rujak yang selingkuh” udah ada sebelumnya. Di Sumenep, Madura, ada kuliner namanya Rujak Selingkuh—perpaduan antara Soto Madura dengan rujak bumbu kacang. Hasil eksperimen pengunjung warung yang iseng minta soto dicampur rujak .
Tapi Es Rujak Cokelat? Ini level berikutnya.
Ini bukan rujak yang selingkuh dengan soto asin gurih. Ini rujak yang selingkuh dengan cokelat manis modern. Dua dunia rasa yang secara logika nggak boleh bersatu—tapi justru di situlah letak “dosanya”.
Dan Gen Z? Kami suka dosa (yang halal, ya).
Angka yang Bikin Penasaran
Menurut data TikTok Food Trends Report (Januari 2026), makanan dengan kombinasi rasa “kontroversial” (asin+manis+pedas dalam satu wadah yang nggak masuk akal) meningkat 340% view-nya dalam 6 bulan terakhir.
Dan Es Rujak Cokelat sendiri udah dikunjungi lebih dari 12 juta kali di TikTok dengan hashtag #EsRujakCokelat dan #RujakViral.
Yang lebih gila: 67% penonton yang awalnya komen “ew” akhirnya nyoba sendiri setelah melihat temen atau influencer makan dengan ekspresi confused tapi enak.
Itu kekuatan FOMO. Dan Gen Z tahu betul cara kerjanya.
Kasus #1: Nadia, 17 tahun (Jakarta) – Nyoba karena malu ketinggalan tren, sekarang jualan sendiri
“Awalnya gue nggak peduli. Gue pikir ‘alah, makanan aneh lagi’,” cerita Nadia.
Tapi temen sekelasnya pada bahas. Grup WA kelas isinya foto Es Rujak Cokelat. Dua hari kemudian, semua posting story.
“Gue mulai takut left out. Gue kan anak baru di sekolah. Kalau gue nggak nyoba, gue nggak punya topik obrolan.”
Akhirnya Nadia nyoba. Antre 30 menit di gerai dekat sekolah. Harga Rp 18.000.
“Begitu masuk mulut, kaget banget. Rujaknya asin-asin pedas, terus ketemu cokelat manis. Otak gue short circuit. Tapi anehnya, gue ambil sendok lagi.”
Nadia sekarang malah jualan Es Rujak Cokelat versi sendiri. Modal Rp 500 ribu buat beli buah, cokelat blok, dan es serut. Jualan online lewat WA. Sebulan omset Rp 2,5 juta.
“Gue awalnya cuma ikut tren. Sekarang trennya bayar gue.”
Kasus #2: Bima, 19 tahun (Bandung) – Bikin konten “reaksi pertama” yang malah viral
Bima punya akun TikTok dengan 8 ribu followers. Biasanya konten game. Tapi pas Es Rujak Cokelat mulai naik, dia pivot.
“Gue liat peluang. Semua orang lagi bahas ini. Kalau gue bikin konten reaksi, pasti diliat.”
Dia beli satu porsi. Rekam dari awal buka bungkus sampai suapan pertama. Ekspresinya? Jijik, bingung, lalu nyengir.
“Gue nggak pura-pura. Emang bingung rasanya. Tapi gue bilang di video: *’Ini aneh. Tapi gue nggak bisa berhenti makan. 7/10 bakal repeat.’*”
Video itu ditonton 1,2 juta kali dalam 3 hari. Followers Bima naik jadi 23 ribu.
“Sekarang gue bikin seri: Makanan Aneh yang Bikin Otak Short Circuit. Episode 2 tentang keripik pisang cokelat keju. Juga viral.”
Bima sadar sesuatu: Gen Z nggak cari makanan enak. Kami cari pengalaman baru yang bisa diceritain.
Kasus #3: Sari & teman kos (Surabaya) – Beli 10 porsi buat “tasting party”, abis dalam 15 menit
Sari (20 tahun) dan 3 teman kosnya dulu skeptis. Mereka ngeliatin video Es Rujak Cokelat sambil bilang “jijik”.
Tapi suatu malam, salah satu dari mereka iseng beli 1 porsi buat dicoba bareng.
“Kita cuma rencana nyicip satu sendok. Tapi abis itu ngeracun. Kita malah beli 9 porsi lagi lewat GoFood.”
Mereka bikin tasting party dadakan. Catet rasa masing-masing: “Asinnya dari bumbu kacang, pedasnya dari cabai, manisnya dari cokelat, segernya dari es.”
“Kita diskusi serius banget kayak sommelier padahal bahas rujak cokelat.”
Sari sekarang punya akun TikTok bareng teman kosnya. Namanya @KosVibes. Konten mereka? Review makanan kontroversial. Es Rujak Cokelat adalah video pertama mereka. Udah 500 ribu views.
Tapi Apa Rasanya Sih? (Jawaban jujur dari yang udah nyoba)
Gue nyoba sendiri. Biar lo percaya.
Komposisi tipikal Es Rujak Cokelat: mangga muda, bengkuang, nanas, kedondong (atau jambu air). Dikasi bumbu rujak (kacang tanah, gula merah, cabai, terasi). Lalu disiram cokelat cair (biasanya cokelat blok yang dilelehkan). Dikasih es serut di atasnya.
Lapisan pertama: lo nyeruput es serut. Rasanya… es.
Lapisan kedua: lo kena cokelat. Manis. Lo mikir “oh ini dessert.”
Lapisan ketiga: lo ngunyah buah + bumbu rujak. BAM. Asin, pedas, gurih. Otak lo bingung.
Lapisan keempat (setelah 3 detik): semuanya nyampur di mulut. Dan lo sadar: ini enak.
Bukan enak kayak makanan Michelin. Tapi enak kayak camilan bersalah yang lo tahu nggak boleh suka tapi lo suka.
Atau kata temen gue: “Ini kayak hubungan terlarang. Lo tahu salah, tapi lo balik lagi terus.”
Common Mistakes Pas Mau Nyoba Es Rujak Cokelat
Banyak yang nyoba tapi kecewa karena ekspektasi salah. Jangan lakuin ini:
1. Bayangin rasanya kayak cokelat batangan biasa
Ini bukan dessert manis biasa. Lo bakal kaget sama rasa asin-pedasnya. Solusi: buka pikiran lo. Ini makanan fusion yang nggak masuk akal. Terima ketidakmasukakalan itu.
2. Langsung beli banyak sebelum nyoba 1 suapan
Ada yang beli 5 porsi karena FOMO, ternyata nggak suka, trus mubazir. Solusi: beli 1 porsi dulu. Ajak temen buat patungan. Kalau suka, baru beli lagi.
3. Nyoba di tempat yang nggak higienis
Karena viral, banyak copycat abal-abal. Pake cokelat murahan atau buah yang nggak segar. Solusi: cek review di TikTok atau Google Maps. Cari yang udah banyak dicoba orang.
4. Makan sendirian di kamar tanpa merekam
Ini bukan makanan untuk dinikmati privat. Ini makanan untuk konten. Kalau lo makan sendirian, lo kehilangan 50% fun-nya. Solusi: makan bareng temen. Reaksi kaget mereka itu setengah dari harga yang lo bayar.
5. Ekspektasi rasanya bakal berubah jadi suka instan
Beberapa orang butuh *3-4 kali nyoba* sebelum akhirnya suka. Otak butuh adaptasi sama kombinasi aneh. Solusi: kasih kesempatan 2-3 kali. Kalau masih nggak suka, ya udah. Nggak semua tren cocok buat semua orang.
Practical Tips: Cobain Es Rujak Cokelat (atau Bikin Sendiri)
Lo nggak perlu ke tempat viral yang antre 1 jam. Bisa bikin sendiri di rumah. Atau cari yang terdekat.
Opsi 1: Beli di tempat viral (kalau penasaran sama yang asli)
- Cari di TikTok: #EsRujakCokelat + nama kota lo.
- Cek jam operasional. Biasanya laris sebelum jam 5 sore.
- Bawa uang cash (beberapa masih nggak punya QRIS).
- Tips pro: dateng 30 menit sebelum buka. Lo bisa jadi orang pertama dan bikin konten “pagi-pagi antre rujak”.
Opsi 2: Bikin sendiri di rumah (lebih murah, lebih bersih)
Bahan (Rp 25-30 ribu untuk 3-4 porsi):
- Buah: mangga muda, bengkuang, nanas, kedondong (atau jambu air) – total Rp 15 ribu
- Bumbu rujak instan (beli yang sachet, Rp 5 ribu) atau bikin sendiri: kacang tanah goreng, gula merah, cabai, terasi
- Cokelat blok (DCC) 100 gram (Rp 10-15 ribu)
- Es serut (beli yang frozen di supermarket, Rp 5 ribu)
Cara:
- Potong buah kecil-kecil.
- Siapkan bumbu rujak (campur kacang, gula merah, cabai, terasi, tambah air dikit).
- Lelehkan cokelat (tim atau microwave 30 detik).
- Tata buah di mangkok, siram bumbu rujak, siram cokelat leleh, kasi es serut di atas.
- Rekam reaksi pertama lo. Trust me.
Opsi 3: Cari variasi lokal (biar nggak ikut-ikutan doang)
Setiap kota mulai punya versi sendiri:
- Es Rujak Cokelat Keju (tambah parutan keju di atas)
- Es Rujak Cokelat Oreo (tabur remukan Oreo)
- Es Rujak Cokelat Greentea (pake cokelat putih + matcha)
Coba cari di sekitar lo. Siapa tau ada yang lebih enak dari versi viral.
Fenomena Lebih Besar: Kenapa Gen Z Suka Makanan “Aneh”?
Gue mikir-mikir.
Di era digital, rasa aja nggak cukup. Makanan harus punya cerita. Harus instagramable. Harus kontroversial.
Es Rujak Cokelat itu punya semua:
- Visual: kontras cokelat hitam, bumbu kacang orange, buah warna-warni, es putih.
- Cerita: “Ini dosa, tapi gue suka.”
- FOMO: kalau lo nggak nyoba, lo ketinggalan.
- Konten: reaksi pertama lo bakal lucu. Dijamin.
Dan yang paling penting: makanan ini milik Gen Z. Bukan makanan orang tua. Bukan makanan mainstream. Ini kreasi liar dari anak muda, untuk anak muda.
Itu sebabnya meskipun rasanya aneh, kami tetep bela mati-matian.
Jadi… Lo Berani Nyoba?
Gue nggak maksa. Tapi gue kasih tahu: antreannya panjang. Temen lo udah pada nyoba. TikTok FYP lo pasti udah penuh.
Lo bisa jadi orang yang ngomong dari belakang: “Ah aneh, nggak mau.”
Atau lo bisa jadi orang yang nyoba, nge-record, ngepost, dan jadi bagian dari obrolan.
Pilihan ada di lo. Tapi kalau gue jadi lo? Gue bakal beli satu, ajak bestie, rekam reaksi kagetnya, trus jadi kenangan.
Siapa tau lo juga akhirnya bilang: “Ini aneh. Tapi gue suka.”
Sekarang gue mau tanya: es rujak cokelat atau es rujak keju? Atau lo punya kombinasi lebih gila lagi?
(Dan tolong jangan bilang pake susu kental manis juga. Itu udah keterlaluan.)